Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2008

GDM bilang `cannot Authenticate`

Deskripsi: Setelah booting dan muncul GDM seperti biasa saya masukkan username dan password. username yang benar muncul error Cannot Authenticate, Setelah dipikir2 sebelumnya saya telah menghapus paket likewise-open. Mungkin ini yang jadi penyebabnya.

Policy bukanlah kebijakan

"Bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan  untuk sebesar-besar kemakmuran Rakyat secara adil dan merata" Jika dan hanya jika sebuah keputusan Negara telah memenuhi satu kalimat itu bolehlan keputusan itu di beri label `Kebijakan`. Akan terasa aneh jika ternyata yang di sebut-sebut kebijakan adalah penyebab utama minyak tanah langka, sehingga terpaksa beli gas, yang tentu saja tak dapat di isi separuh saja ketika ternyata dana di dompet yang tak pernah diganti sejak hari pernikahan dulu telah terlebih dahulu dibelanjakan sepotong... hanya sepotong paha ayam yang tak terlalu besar untuk si kecil yang sedang tersenyum dijanjikan makan enak sore ini. Belum lagi ada cemas yang hinggap di hati tatkala pergi, takut akan anak istri tak bisa selamat dari kobaran api jika suatu hari si tabung kecil, yang walaupun kecil telah menghanguskan sebuah kampung - menurut berita sore tadi. Ketika itu harus dibilang sebuah kebijakan

Tak ada yang diam

Gemericik hujan yang menghujam keras daratan kering sore itu, Dengan seketika menghentikan  langkah-langkah kaki yang sedari pagi hilir mudik tak pernah berhenti berjalan. Sejenak semuanya senyap dari suara-suara yang biasa, tergantikan letupan-letupan kecil air hujan yang seakan telah rindu pada tanah kering. Saat itu seorang gadis remaja duduk termenung dibelakang tembok kaca rebuah restoran. Seakan tak mengerti, dia tak lepaskan sekejap pun pandangannya dari tetes-tetes hujan yang jatuh didekatnya. Sambil sesekali meminum sedikit coklat hangat yang terhidang di mejanya. Dalam pikirannya terbayang langkah kaki kecilnya dulu diantara derasnya hujan. Seketika ia pun tersenyum lirih. Entah sudah berapa lama ia tak merasakan lagi butiran-butiran dingin itu menyentuh kulitnya apalagi membasahi seluruh tubuhnya. Tak berapa lama suasana mulai berubah, suara gemericik itu kini mulai menjauh, tergantikan lagi oleh suara derap langkah kaki yang seakan marah karena tertahan oleh rintik-rintik h