Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2008

Gerakan Memiskinkan Rakyat

Apakah ada pemerintah yang peduli rakyat...? Tentu jawabannya adalah `semua pemerintah peduli rakyat`, tetapi jika ke`pedulian` itu berakibat rakyat semakin miskin... tentu kita mesti mempertanyakan `kepedulian` sang pemerintah tersebut! Mari melihat tentang si-Kaya dan si-Miskin. Siapakah sih sebenarnya mereka...? Menurut Saya pribadi kaya dan miskin adalah tergantung dari pilihan yang seseorang punyai. Si kaya adalah orang yang mempunyai lebih banyak pilihan daripada si miskin. Loh...? bukannya si-Kaya adalah orang yang punya lebih banyak harta..?  Anda 100% betul!!! Tapi mari kita lihat lebih dalam lagi bahwa uang dan barang alias harta yang dimiliki si Kaya adalah sebuah bonus dari pilihan yang ia ambil. Lalu apa hubungannya  si-Kaya dan si-Miskin, pilihan dan pemerintah...? Mari kita simak peng-hilangan pilihan yang dilakukan pemerintah dengan judul `konversi minyak tanah ke gas`. Untuk masyarakat urban yang pastinya bertaraf ekonomi menengah ke bawah (dan terus tenggelam ke bawah

Rp 500 untuk sebuah `Terima Kasih`

Siang tadi saat semuanya sedang jumatan, Saya melaju menggunakan sepeda motor hendak menuju toko obat di sekitar pasar kanoman Cirebon. Mata melirik pada jarum penunjuk kapasitas tangki bensin... wah ternyata saatnya diisi nih. Pikiranpun mulai memetakan dimanakah kira-kira ada sebuah pom bensin yang searah dengan toko yang dituju. OK dapet! di pertigaan kesunean. Namun sayang ternyata pom bensin sedang tutup karena karyawannya mungkin lagi pada jumatan. Dengan harap-harap cemas melihat jarum yang kian merosot mata pun tak hentinya melirik kanan-kiri di sepanjang jalan merdeka barangkali ada yang jualan bensin eceran di pinggir jalan. Nihil... Sampai toko obat tak ada satupun penjaja bensin eceran yang ditemui. Selepas mendapatkan obat yang diperlukan kembali kupacu si `spemot`  (sepeda motor) menyusuri jalanan menuju rumah. Dari kejauhan kulihat botol2 berisi cairan kuning yang di tata dalam sebuah rak.  Wah tukang bensin nih pikirku, segera ku hampiri dan ku parkirkan spemot di dekat