Rp 500 untuk sebuah `Terima Kasih`

Siang tadi saat semuanya sedang jumatan, Saya melaju menggunakan sepeda motor hendak menuju toko obat di sekitar pasar kanoman Cirebon. Mata melirik pada jarum penunjuk kapasitas tangki bensin... wah ternyata saatnya diisi nih.

Pikiranpun mulai memetakan dimanakah kira-kira ada sebuah pom bensin yang searah dengan toko yang dituju. OK dapet! di pertigaan kesunean.

Namun sayang ternyata pom bensin sedang tutup karena karyawannya mungkin lagi pada jumatan. Dengan harap-harap cemas melihat jarum yang kian merosot mata pun tak hentinya melirik kanan-kiri di sepanjang jalan merdeka barangkali ada yang jualan bensin eceran di pinggir jalan.

Nihil... Sampai toko obat tak ada satupun penjaja bensin eceran yang ditemui. Selepas mendapatkan obat yang diperlukan kembali kupacu si `spemot`  (sepeda motor) menyusuri jalanan menuju rumah.

Dari kejauhan kulihat botol2 berisi cairan kuning yang di tata dalam sebuah rak.  Wah tukang bensin nih pikirku, segera ku hampiri dan ku parkirkan spemot di dekat situ. Tampak seorang perempuan muda segera menghampiri langsung saja kubilang `bensin satu mbak...`. Dengan sigap ia mengambil satu botol beserta sebuah corong dan memasukkannya ke tangki bensin spemot-ku yang telah kubuka.

Tanpa tanya berapa harganya langsung ku kasih satu lembar pecahan Rp. 10 .000,- an. Karena biasanya harga di eceran untuk satu liter bensin adalah 6500. Namun aku agak terkejut saat dia menyerahkan kembaliannya yang hanya 3 lembar pecahan 1000an sambil berkata `makasih ya`.

Dua hal yang agak berbeda dari yang biasanya. Pertama harga bensinnya itu ternyata Rp. 7000 dan yang kedua penjualnya bilang terima kasih. Secara sekarang Jarang-jarang yang jualan bilang makasih sambil tersenyum pada pelanggan asingnya.

Menurut aku tak masalah-lah memberikan sebuah nilai pada keramahan. contohnya ya itu tadi, jika mau di hitung artinya Rp 500 dari harga yang 7000 adalah untuk keramahan si mbak.

Bagaimana dengan Anda... Apakah bersedia membayar untuk sebuah pelayanan yang ramah...?

Komentar

  1. Ya saya bersedia membayar lebih untuk sebuah pelayanan yang ramah. Walaupun dalam jangka panjang tidak baik juga, karena dikhawatirkan membuat penjual terbiasa ramah (hanya) pada pelanggan yang memberikan tip.

    Untuk amannya, bolehlah kita berikan juga senyuman manis dan ucapan "terima kasih juga, mbak", semoga dapat meningkatkan motivasinya :mrgreen:

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini