Untuk Seseorang

to ******

Aku sendiri tak mengerti apa yang terjadi dalam diri aku,
banyak rasa yang meledak seketika. Mungkin cinta telah
tertutupi benci dan amarah. Atau ia sedang nikmat bersembunyi
dari kepungan rasa yang tak menentu. Tapi cinta itu masih ada!

Seketika hati ini bisa sedih, lalu sedetik kemudian bisa
tertawa gembira. Aneh,

Ada yang belum terjawab yang membuat terus bertanya-tanya.
Ada yang telah hilang yang masih ada di pikiran
Ada yang belum datang, namun slalu jadi ingatan

Apakah diri ini mesti menjauh pergi,
ataukah harus tetap disini?
...
atau apa???

hati yang telah gersang kini tak lagi sanggup membawa bulir-bulir
kesedihan di pelupuk mata. Hanya hembusan nafas sedikit melegakan
Hhhhh...

jika orang bilang `Menggali kuburan sendiri` mungkin itu yg kulakukan
Gelombang putus asa masih terlalu kuat untuk ku tahan sendiri
Tak seorangpun bisa kujadikan tempat mengadu,
Tak juga kau yang akan diam seribu bahasa bak patung cantik yg hanya bisa
tersenyum kecut dan melongo bagai melihat dan mendengar anak SD ber-orasi

Lelah,
namun tak juga kutemukan obat penawar rindu,
rindu pada kejujuran, cita, cinta dan usaha

ketika langit semakin gelap, akankan ini berlanjut?
atau lebih baik aku tak perlu menunggu sore tiba
untuk sekedar melepas penat hidup ini.
NEKAT??

--------------
silakan komentar, melow abis gk sih???

Komentar

  1. Asli suasana hatinya lagi begitu mas ...
    Aq juga suka ngerasain begitu, biasanya kalo gtu obatnya kita musti bercengkrama dengan orang-orang yang kita sayang (misal. pasangan kita, orang tua, kakak-adik dan teman-teman yg peduli), kalo masih juga hampa, aq ngambil wudhu kemudian sholat sunah dua rakaat dan memperpanjang sujud untuk berdoa dan mengingat Allah, mengadukan segala kegersangan hati, habis itu baca Qur'an deh ... , Alhamdulillah plong mas .., coba deh. Tentunya sesuai dengan kepercayaan mas ya, kalo aq sih begitu..

    Semangat terus mas Iyan dan jangan mudah menyerah...

    BalasHapus
  2. thx rin,

    2 hal yg bisa dilakukan:
    - berserah diri pada yang maha menciptakan.
    atau
    - menyadari akar dari kegalauan hati dan menerimanya dengan lapang dada

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini