Framework dan Produktifitas Kerja

Dalam hal programming, tentu Anda tak lagi asing dengan kata framework. Jika di Bahasa Indonesia-kan Framework berarti kerangka-kerja. Yaitu sebuah pola yang baku tentang cara dalam menyelesaikan suatu task/tugas.

Sepertinya semua orang setuju jika framework dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan cepat diselesaikan, sehingga pada akhirnya dapat men-deliver produk dengan lebih cepat.

Lalu sekarang sejauh mana efisiensi dan pening katan kinerja yang bisa didapatkan? Apakah framework A atau framework B yang harus digunakan sehingga tercapai produktifitas yang maksimal?

Sebelum membahas itu kita coba lihat contoh dari beberapa framework yang ada. Yang pernah maen C++ builder pasti pernah denger VCL Component, lalu di OpenSource pasti tau namanya wxWidget lalu ada .NET Framework, Java VM, CodeIgniter m Django dan lain sebagainya...

Banyak framework yang bisa kita pilih untuk menyelesaikan pekerjaan.

Namun menurut pandangan saya pribadi, soal framework mana yang akan digunakan harus lebih tahu dulu tentang bagaimana kita bekerja, atau jika tim, maka mesti ngerti dahulu budaya kerja & kebiasaan tim.

Pada dasarnya Framework itu adalah pedoman bagaimana Anda/Tim bekerja, jika misal Framework A mensyaratkan code yang rapi, error handling yang komplit, namun misal Anda/Tim biasa bekerja denga kode yg kadang rapi kadang ngga, lalu error handling seadanya: "Maaf terjadi kesalahan." tentu penggunaan framework A itu kurang tepat.

Mungkin Tim tersebut lebih cocok framework B yang mebolehkan coding style masing2 dan mempunyai fitur debugging, yang secara default memiliki data error yang cukup lengkap manakala sebuah error terjadi.

Lalau hubungannya dengan produktifitas? Jika Anda/Anggota tim nyaman dengan framework yang digunakan, pastilah tugas-tugas/tasks dapat diselesaikan denga lebih cepat.

because coder is a human too, who have their own style, own behavior, own perception and own fun!

--fin

Komentar

Postingan populer dari blog ini