Arti Sebuah Indonesia?
Sering terlintas di benak Saya, banggakan Saya dengan status sebagai WNI - Warga Negara Indonesia?
Sebagai orang yang lahir 'begitu saja' di bumi pertiwi ini secara otomatis Saya diberikan hak untuk menyandang status sebagai WNI. Atau mungkin secara tidak langsung saya dipaksa untuk jadi WNI. Jika saja sebelum lahir kita di beri kebebasan untuk memilih untuk dilahirkan dimana, mungkin Saya tak akan jadi WNI.
Lalu apakah dengan keadaan seperti ini Saya, atau Anda wajib bangga menyandang kewarganegaraan Indonesia?
Setelah 27 tahun menghirup udara di Indonesia, berjalan kesana-kemari. Melihat ibukota; pemukiman kumuh disana, melihat kampung yang jauh dari ibukota; melihat kesederhanaan mereka. Ada kesimpulan yang sepertinya di amini banyak orang: Ketimpangan.
Melihat, mendengar dan membaca setiap pikiran anak Indonesia sekarang, saya merasa miris dan sangat sedih. Tak ada gambar jendral sudirman yang walaupun sakit hingga di tandu tetap berjuang mengatur Tentara waktu itu. Tak ada semangat ki hajar dewantara saat mereka berjalan ke sekolah. dan mungkin R.A kartini pun sekarang sudah pake kebaya modern di hiasi pernik-pernik yang tak ada pada zamannya.
Mengapa seakan kita tak pernah mau membicarakan masa lalu? Soal Sriwijaya, soal Majapahit... Gajahmada, Gowa, Bone.. merekalah nenek moyang kita.
Modernisasi....?
Saya berpendapat bukan modernisasi yang selama ini kita lakukan, melainkan kita melakukan Eropanisasi, Amerikanisasi. Pikiran-pikiran original, kearifan lokal, pengetahuan akan Indonesia digantikan dengan cara hidup bule pikiran dan keinginan bule.
Saya tak berusaha menyalahkan bule-bule itu dalam hal ini. Namun saya bercermin pada sawah dan ladang yang tak dimiliki bule, pada si komo yang hanya hidup di pulau komodo, pada biru nya langit indonesia sepanjang tahun.
Indonesia adalah surga, setiap jengkal Indonesia begitu berharga. Indonesia adalah zamrud-khatulistiwa. Jika Atlantis adalah sebuah tempat dimana kedamaian tercipta, maka saya setuju jika Orang-orang itu menyatakan bahwa Indonesia adalah atlantis.
Kesimpulannya Saya bangga dilahirkan di bumi pertiwi ini.
Namun 'Kerja Belum Selesai Bung!'
Dengarlah, saat ini pemuda-pemudi dipanggil kembali oleh ibu pertiwi, untuk mengambil warisan pertiwi yang di sia-siakan.
Mari bergerak memungut puing-puing Indonesia, dan menyatukannya kembali utuh.
Dalam semangat Indonesia, Nusantara!
Salam Indonesia.
Sebagai orang yang lahir 'begitu saja' di bumi pertiwi ini secara otomatis Saya diberikan hak untuk menyandang status sebagai WNI. Atau mungkin secara tidak langsung saya dipaksa untuk jadi WNI. Jika saja sebelum lahir kita di beri kebebasan untuk memilih untuk dilahirkan dimana, mungkin Saya tak akan jadi WNI.
Lalu apakah dengan keadaan seperti ini Saya, atau Anda wajib bangga menyandang kewarganegaraan Indonesia?
Setelah 27 tahun menghirup udara di Indonesia, berjalan kesana-kemari. Melihat ibukota; pemukiman kumuh disana, melihat kampung yang jauh dari ibukota; melihat kesederhanaan mereka. Ada kesimpulan yang sepertinya di amini banyak orang: Ketimpangan.
Melihat, mendengar dan membaca setiap pikiran anak Indonesia sekarang, saya merasa miris dan sangat sedih. Tak ada gambar jendral sudirman yang walaupun sakit hingga di tandu tetap berjuang mengatur Tentara waktu itu. Tak ada semangat ki hajar dewantara saat mereka berjalan ke sekolah. dan mungkin R.A kartini pun sekarang sudah pake kebaya modern di hiasi pernik-pernik yang tak ada pada zamannya.
Mengapa seakan kita tak pernah mau membicarakan masa lalu? Soal Sriwijaya, soal Majapahit... Gajahmada, Gowa, Bone.. merekalah nenek moyang kita.
Modernisasi....?
Saya berpendapat bukan modernisasi yang selama ini kita lakukan, melainkan kita melakukan Eropanisasi, Amerikanisasi. Pikiran-pikiran original, kearifan lokal, pengetahuan akan Indonesia digantikan dengan cara hidup bule pikiran dan keinginan bule.
Saya tak berusaha menyalahkan bule-bule itu dalam hal ini. Namun saya bercermin pada sawah dan ladang yang tak dimiliki bule, pada si komo yang hanya hidup di pulau komodo, pada biru nya langit indonesia sepanjang tahun.
Indonesia adalah surga, setiap jengkal Indonesia begitu berharga. Indonesia adalah zamrud-khatulistiwa. Jika Atlantis adalah sebuah tempat dimana kedamaian tercipta, maka saya setuju jika Orang-orang itu menyatakan bahwa Indonesia adalah atlantis.
Kesimpulannya Saya bangga dilahirkan di bumi pertiwi ini.
Namun 'Kerja Belum Selesai Bung!'
Dengarlah, saat ini pemuda-pemudi dipanggil kembali oleh ibu pertiwi, untuk mengambil warisan pertiwi yang di sia-siakan.
Mari bergerak memungut puing-puing Indonesia, dan menyatukannya kembali utuh.
Dalam semangat Indonesia, Nusantara!
Salam Indonesia.
Komentar
Posting Komentar