Postingan

Menampilkan postingan dengan label bebas

Gerakan Memiskinkan Rakyat

Apakah ada pemerintah yang peduli rakyat...? Tentu jawabannya adalah `semua pemerintah peduli rakyat`, tetapi jika ke`pedulian` itu berakibat rakyat semakin miskin... tentu kita mesti mempertanyakan `kepedulian` sang pemerintah tersebut! Mari melihat tentang si-Kaya dan si-Miskin. Siapakah sih sebenarnya mereka...? Menurut Saya pribadi kaya dan miskin adalah tergantung dari pilihan yang seseorang punyai. Si kaya adalah orang yang mempunyai lebih banyak pilihan daripada si miskin. Loh...? bukannya si-Kaya adalah orang yang punya lebih banyak harta..?  Anda 100% betul!!! Tapi mari kita lihat lebih dalam lagi bahwa uang dan barang alias harta yang dimiliki si Kaya adalah sebuah bonus dari pilihan yang ia ambil. Lalu apa hubungannya  si-Kaya dan si-Miskin, pilihan dan pemerintah...? Mari kita simak peng-hilangan pilihan yang dilakukan pemerintah dengan judul `konversi minyak tanah ke gas`. Untuk masyarakat urban yang pastinya bertaraf ekonomi menengah ke bawah (dan terus tenggelam ke bawah

Rp 500 untuk sebuah `Terima Kasih`

Siang tadi saat semuanya sedang jumatan, Saya melaju menggunakan sepeda motor hendak menuju toko obat di sekitar pasar kanoman Cirebon. Mata melirik pada jarum penunjuk kapasitas tangki bensin... wah ternyata saatnya diisi nih. Pikiranpun mulai memetakan dimanakah kira-kira ada sebuah pom bensin yang searah dengan toko yang dituju. OK dapet! di pertigaan kesunean. Namun sayang ternyata pom bensin sedang tutup karena karyawannya mungkin lagi pada jumatan. Dengan harap-harap cemas melihat jarum yang kian merosot mata pun tak hentinya melirik kanan-kiri di sepanjang jalan merdeka barangkali ada yang jualan bensin eceran di pinggir jalan. Nihil... Sampai toko obat tak ada satupun penjaja bensin eceran yang ditemui. Selepas mendapatkan obat yang diperlukan kembali kupacu si `spemot`  (sepeda motor) menyusuri jalanan menuju rumah. Dari kejauhan kulihat botol2 berisi cairan kuning yang di tata dalam sebuah rak.  Wah tukang bensin nih pikirku, segera ku hampiri dan ku parkirkan spemot di dekat

Refleksi Preambule UUD '45

Silakan dibaca lagi dan di resapi apa makna yang ditorehkan dalam sekelumit untaian kata2 yang walau hanya singkat saja tetapi merupakan cermin bangsa Indonesia dalam memaknai hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara. UNDANG­UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 PEMBUKAAN ( P r e a m b u l e ) Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala  bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri­kemanusiaan dan peri­keadilan. Dan  perjuangan  pergerakan  kemerdekaan  Indonesia  telah  sampailah kepada  saat  yang  berbahagia  dengan  selamat  sentausa  mengantarkan  rakyat Indonesia  ke  depan  pintu  gerbang  kemerdekaan  Negara  Indonesia,  yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas  berkat  rakhmat  Allah  Yang  Maha  Kuasa  dan  dengan  didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdek

Antara Harga dan Kualitas

Kecuali lu nggak ditipu orang, maka teori harga = kualitas itu berlaku. Coba beberapa tipe laptop, dari yang murah sampe yang agak mahal. dari segi performa, kestabilan dan kemudahan mencari driver ternyata sebanding dengan harga barang tersebut. Semakin OK kualitas sebuah laptop, semakin OK pula harga yang ditawarkan. Jadi buat yang dananya hanya dalam kategori 'cukup' untuk membeli sebuah laptop (seperti saya ini). Maka konsekuensinya harus lebih hati2 dalam penggunaannya, alias jangan keseringan dibanting2 ^_^

Kadang bertanya lebih sulit daripada menjawab pertanyaan

Alkisah ingin mengetahui soal bikin thread di C++ builder itu bagaimana, daku membuka satu halaman google.com. lalu daku mengetik `thread C++ builder`, dan tra...la..la... berjuta-juta jawaban yang muncul dari 3 kata yang daku ketikkan. yah.. begitulah, Jika ternyata informasi sudah sedemikian banyaknya. Maka bukan satu pekerjaan mudah untuk mencari sebatang lidi di antara tumpukan jerami . Tapi sebetulnya bukan hanya disitu saja. Dalam keseharian juga,  apabila kita ingin bertanya  kita harus berfikir dulu apa kira-kira imbas dari pertanyaan yang akan kita lontarkan. Jangan sampai pertanyaan kita walaupun kita tidak berniat, namun membuat orang lain sakit hati. Cara bertanya yang berbeda akan menghasilkan jawaban yang berbeda pula. Dan ternyata bukan kesalahan si Penjawab jika ternyata jawaban yang diberikan mungkin tidak sesuai dengan harapan kita.