Postingan

Menampilkan postingan dengan label renungan

SEJARAH: Mengenal, Memahami untuk Melanjutkannya

Masih ingatkah Anda dengan cerita msa-masa kerajaan dan kesultanan di Indonesia? Tentu setiap kita pernah menyimak ujaran guru mata pelajaran sejarah di kelas waktu kita masih sekolah. Waku itu kita diceritakan bagaimana Nusantara di zaman dahulu merengguk masa-masa emasnya. Tak hanya kejayaan, kita juga disuguhkan dengan berbagai macam tragedi, perang hingga pada akhirnya masa penjajahan dan kemerdekaan Republik Indonesia. Masih segar dalam ingatan saya bagaimana guru saya memaparkan dengan menggebu-gebu kisah sukses dan hancurnya setiap kerajaan dan kesultanan yang pernah ada di Indonesia. Tapi apakah pentingnya sejarah??? Waktu itu saya hanya tefokus dengan 'wah, ternyata leluhur saya adalah orang-orang yang hebat pada masanya'. Bayangkan, mereka migrasi dari tempat asalnya denga menggunakan rakit-akit sederhana, membangun kerajaan, kebudayaan serta pernah mempersatukan lebih banyak pulau daripada Indonesia sekarang. Namun ternyata saya mengabaikan sesuatu yang sangat pentin

Maaf, Sebaiknya, Terimakasih

Maaf, Sebaiknya, Terimakasih Silakan dihitung sendiri berapa kali kata itu terucap dalam sehari hidup Anda? Maaf: Berapa kali Anda jujur pada diri sendiri Sebaiknya: Pernahkan Anda sadar bahwa Anda terlalu banyak menyuruh . Terimakasih: Sudahkah Anda ber- syukur ... ? Setiap kata terucap bagaikan sebuah pedang yang terhunus, semakin tajam maka akan semakin dalam luka yang dibuatnya. ^_^

Policy bukanlah kebijakan

"Bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan  untuk sebesar-besar kemakmuran Rakyat secara adil dan merata" Jika dan hanya jika sebuah keputusan Negara telah memenuhi satu kalimat itu bolehlan keputusan itu di beri label `Kebijakan`. Akan terasa aneh jika ternyata yang di sebut-sebut kebijakan adalah penyebab utama minyak tanah langka, sehingga terpaksa beli gas, yang tentu saja tak dapat di isi separuh saja ketika ternyata dana di dompet yang tak pernah diganti sejak hari pernikahan dulu telah terlebih dahulu dibelanjakan sepotong... hanya sepotong paha ayam yang tak terlalu besar untuk si kecil yang sedang tersenyum dijanjikan makan enak sore ini. Belum lagi ada cemas yang hinggap di hati tatkala pergi, takut akan anak istri tak bisa selamat dari kobaran api jika suatu hari si tabung kecil, yang walaupun kecil telah menghanguskan sebuah kampung - menurut berita sore tadi. Ketika itu harus dibilang sebuah kebijakan